Politicalreview – Presiden Prabowo memberikan keterangan terkait transformasi nasional di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Senin (20/01/2025)
Presiden Prabowo Subianto menekankan komitmennya terkait transformasi nasional menjelang 100 hari masa kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Dalam keterangannya di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (20/01/2025), Presiden turut menyampaikan komitmen kabinet Merah Putih yang bekerja keras demi kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Kita yang penting niat kerja keras. Dan saya sangat bangga tim saya, kabinet saya bekerja dengan sangat kompak, tanpa lelah. Mereka katakan bahwa dalam kabinet kita itu kalendernya itu enggak ada tanggal merah,” ucapnya sebagaimana dikutip dalam laman resmi pada Selasa (21/01/2025).
Terkait kinerja konkret jajaran kabinet, Presiden mengatakan bahwa mereka tetap bekerja pada malam pergantian tahun untuk memastikan berbagai aspek pemerintahan berjalan lancar. Hal tersebut, menurutnya, agar memastikan efisiensi dapat tercipta di sejumlah bidang.
“Anda lihat malam tahun baru, tahun baru menteri-menteri semua bekerja. Tidak hanya di kantor, tetapi di titik-titik mengawasi. Alhamdulillah akhir tahun, tahun baru berjalan dengan baik. BBM terkendali, harga pangan terkendali, harga-harga pesawat bisa turun pertama kali dalam sejarah Republik,” ungkap Presiden.
Presiden juga menegaskan bahwa kerja keras kabinet Merah Putih dilakukan untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat. Presiden yakin bahwa pemerintahannya bisa bekerja cepat sehingga betul-betul dapat melaksanakan transformasi pembangunan.
“Kita optimis. Saya sudah lihat buktinya, saya sudah lihat kemampuan kita yang ril, kita akan melakukan pembangunan transformasi ini sungguh-sungguh dan kita akan bekerja dengan sangat cepat. Kita akan bekerja dengan sangat luar biasa,” terangnya.
Kepada segenap jajaran pemerintah yang sudah bekerja keras untuk mewujud-nyatakan visi pembangunan dan transformasi nasional, Presiden turut menyampaikan rasa terimakasihnya. Ia menekankan semua kebijakan semata-mata diproyeksikan demi meningkatkan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
“Ada kadang-kadang salah pengertian ya kita selesaikan, kita perbaiki. Niatnya adalah bawa kemajuan, kesejahteraan rakyat kita. Niatnya hilangkan kemiskinan, niatnya hilangkan kelaparan, niatnya adalah tingkatkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, penghasilan rakyat semuanya harus naik. Itu niat kita semua,” jelas Presiden.