Politicalreview – Presiden Prabowo Subianto memberikan pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/01/2025).
Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet Paripurna bersama seluruh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (22/01/2025). Dalam pengantar pembicaraannya, Presiden menekankan pentingnya efisiensi dan penghematan dalam penyusunan kriteria anggaran, serta keberanian melakukan pemotongan pada hal-hal yang tidak esensial.
“Saya tegaskan bahwa kriteria anggaran yang akan kita laksanakan, kriteria yang pertama adalah harus bisa menciptakan lapangan kerja, sudah saya katakan berkali-kali. Kedua harus meningkatkan produktivitas, produktivitas ini harus bisa diukur dengan kuantifikasi berapa devisa yang dihasilkan, berapa devisa yang dihemat, kemudian kriteria selanjutnya adalah harus mengarah kepada swasembada pangan dan swasembada energi,” ucap Presiden sebagaimana dikutip dalam laman resmi pemerintah pada Jumat (24/01/2025).
Terkait swasembada pangan dan energi, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pada tahun 2025, Indonesia akan bebas dari impor beras, jagung, dan garam. Beliau juga menambahkan bahwa target swasembada pangan dapat tercapai lebih cepat dari yang diperkirakan, yaitu pada akhir 2025 atau paling lambat awal 2026.
“Jadi mungkin tiga tahun lebih cepat dari sasaran yang kita tetapkan. Artinya bahwa dengan niat baik, dengan kerja keras, dengan orientasi kepada negara dan bangsa, kebijakan yang masuk akal akan membuahkan hasil yang cepat,” tutur Presiden.
Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam alokasi anggaran, yang mencakup investasi pada sumber daya manusia, pendidikan, serta sains dan teknologi. Beliau juga menegaskan bahwa anggaran untuk kegiatan yang bersifat seremonial atau upacara, seperti perayaan ulang tahun atau perjalanan dinas, akan dikurangi.
“Perayaan sejarah, perayaan ulang tahun laksanakan secara sederhana di kantor, di ruangan, kalau perlu yang hadir hanya 15 orang; sisanya di vidcon-kan. Perjalanan dinas dikurangi, saya potong setengah, dengan setengah kita bisa menghemat Rp20 triliun lebih, kalau kita hitung Rp20 triliun berapa puluh ribu gedung sekolah bisa kita perbaiki,” tegas Presiden.
Presiden juga mengarahkan para pejabatnya untuk memperkuat loyalitas dalam proses penyusunan anggaran. Beliau mengungkapkan bahwa saat ini, pemeriksaan anggaran telah dilakukan dengan tingkat ketelitian yang memadai.
“Saya minta loyalitas semua menteri, semua kepala badan untuk patuh dalam hal ini. Dan saya terima kasih kepada tim keuangan yang telah menjalankan penyisiran kajian terhadap anggaran sampai serinci-rincinya. Kalau tidak salah mungkin sampai satuan kesembilan,” kata Presiden.